Contoh Esai


GENERASI MUDA DIAMBANG KEMALASAN MEMBACA BUKU
Apakah hari ini anda bersemangat ?
Jika belum maka saya menyarankan anda membaca tulisan ini. Tapi mendengar kata membaca mungkin membuat pikiran anda kacau. Untuk apa membaca ? saya butuh ketenangan.
Saya ingin bertanya apa hobi anda ?
Jarang saya mendengar seseorang membaca saat mempunyai waktu luang.”lebih baik bersantai, berjalan-jalan”
Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke empat di diunia. Bangga ???
Tapi kemauan masyarakat untuk membaca tidak sebanding dengan peringkat jumlah penduduk. Nah apakah anda seorang generasi muda ? Ada berapa banyak buku yang ada di rumah yang sudah dibaca, buku apa saja ? Apakah buku pelajran yang diberikan sekolah ?
Hati saya menangis bayangkan jika sekolah tidak memberi buku saya jamin anda tidak akan pernah membaca buku.
Membaca dan membaca. Dengan membaca akan menambah pengetahuan, menambah wawasan dan menambah ketenangan
Seberapa banyakkah masyarakat yang haus akan membaca ?Coba lihat disekitar apa yang mereka lakukan saat ada waktu senggang. Bermain HP, menonton, bermain, dan tidur. Ada jawaban lain ? Tidak ada buku yang mau dibaca,  membeli buku tidak ada uang.
Sebenarnya sangat banyak buku. Ada seorang pelajar cobalaj membeli buku onedamping pelajaran, karena dari sekolah saja tidak cukup. Setiap sekolah menyediakan perpustakaan maka gunakanlah.
Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Itulah peribahasa yang sangat cocok dengan kehidupan kita. Namun, buku yang ada di perpustkaan tidak semuanya menarik. Artinya hanya orang tertentu yang memahami isinya. Dan tidak semua orang mempunyai waktu unutk membaca karena halangan.
Sebenarnya kebijakan pemerintah itu dimana ? Bukankah mereka seharunsya menyediakan fasilitas yang dapat mempermudah masyarakat untuk membaca ? Masi banyak masyarakat Indonesia yang buta akan huruf. Padahal kita adalah bangsa yang besar . Astagahh.
Bagaimana kita bisa maju jika hanya membaca saja kita malas. Coba anda lihat negara tetangga seperti singapura dan Malaysia. Kemana-kemana mereka membawa buku dan membacanya.  Berbeda dengan kita yang kemana-mana hanya membawa Handphone. Apa mungkin karena teknologi kita malas? Apa teknologi membuat kita untuk selalu berleha-leha ?
Lihatlah sekarang sebagaian pekerjaan sudah digantikan robot. Untuk apa mereka menciptakan robot ? malah menambah pengangguran. Mungkin itu adalah kalimat yang terlintas dibenak anda yang biasa-biasa saja. Namun bukan berearti mereka mempunyai tujuan untuk merusak melainkan adalah orang-orang yang beripikiran kreatif mampu berinovasi untuk kemajuan.
Kita lihat implementasinya banyak perusahan , tokoh, bahkan rumah tangga yang menggunakan robot. Lalu kita semakin takut untuk apa ??
Jangan-jangan sebentar lagi bukan manusia lagi di bumi ini melainkan robot. Saya bukan menakuti-nakuti, tapi itulah fakta yang terjadi sekarang. Kita bermalas-malasan hanya membaca saja. Disaat kita berleha-leha orang sana sudah sibuk berinovasi. Anda masi di Medan mereka sudah di Amerika. Mengapa kita hanya komsumtif saja ? Saya pikir anda punya bakat. Tapi karena kemalasan bakat tersebut hilang dengan damai .
Saya ingat waktu kecil, jika melihat koran bekas saya pungut dan saya baca. Itulah akibat saya tidak punya uang untuk membeli buku. Berbeda dengan sekarang saking banyaknya buku,satupun taka da yang dibaca.Malah dijadikan sebagai bungkus barang. Padahal itu berisi ilmu melihat hal itu saya tercengang itu buku dibuat untuk dibaca bukan untuk dijadikan sampah. Yang lebih parahnya lagi anda akan membaca jika disuru, contohnya saat ujian. Jika dijaman ini alasan anda membaca buku karena minimnya ketersedian buku maka anda sama dengan kura-kura yang lambat. Dijaman ini semua orang pasti punya HP marilah kita mengunduh aplikasi e-book bukan hanya itu di media sosial juga banyak bertaburan tulisan-tulisan yangdapat kita baca. Tapi sayangnya kita lebih tertarik meilhat foto atau video yang viral.
Memang miris bangsa ini minat baca semakin terkikis siapa yang salah ? minat baca seharunya ditanamkan sejak dini.Lalu yang menjadi pertanyaannya bagaimana caranya?Seperti kata pepatah taka da hasil tanpa proses dalam hal ini sangat dibutuhkan proses yang sangat panjang. 

Komentar

Posting Komentar